
Noble QQ - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui penyelenggaraan Formula E tidak menghasilkan keuntungan atau balik modal pada awal-awal tahun penyelenggaraannya.
"Nah, sebagai sebuah kegiatan yang baru, memang di (tahun) 1 sampai 4, mereka mengalami apa yang mereka sebut tidak untung," ujar Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).
Noble QQ - Anies Akui Formula E Tak Menguntungkan di Tahun Pertama
Dikarenakan, Formula E merupakan sebuah kegiatan yang baru berusia 6 tahun, maka Anies menilai wajar jika pada awal-awal masa penyelenggaraannya tidak menghasilkan keuntungan.Namun, Anies merasa beruntung penyelenggaraan itu diadakan di Jakarta pada tahun ke-6, yang diklaimnya Formula E sudah melewati masa balik modal.
Sehingga, ia yakin turnamen balap mobil bebas emisi tersebut bisa menghasilkan keuntungan."Jadi, itu bukan berarti selalu rugi. Jadi itu fase pertumbuhan. Sama seperti kalau usaha, pasti di tahun-tahun pertama Anda akan merasakan break even point," tuturnya.
BACA JUGA : Noble QQ - Kabut Asap Bikin Batal 2 Penerbangan dari Bandara Kualanamu
"Nah, sekarang mereka sudah masuk break even point. Maka, sponsor dan lain-lain sekarang sudah lengkap. Jadi, Jakarta itu masuknya di waktu yang tepat," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.Diketahui,
Pemprov DKI Jakarta sudah mengusulkan anggaran sebanyak 20,79 juta Poundsterling atau sebesar Rp360 miliar dalam rancangan APBD-P 2019 yang telah disepakati bersama Badan.

Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta.Pengajuan anggaran Rp900 miliar tersebut memiliki rincian biaya untuk penyelenggaraan sebesar 22 juta Poundsterling atau sekitar Rp378 miliar dan biaya asuransi 35 juta.
Euro atau sekitar Rp556 miliar. Dinas juga menyiapkan anggaran Rp600 juta untuk sosialisasi pra Formula E dalam kegiatan Jakarta Fun Race 2019.Dengan demikian, total rencana anggaran untuk penyelenggaraan balap Formula E adalah senilai Rp1,3 triliun.

0 Comments